Senin, 05 September 2011

TEROMPET KIAMAT MALAIKAT ISRAFIL DITEMUKAN

“Sebelum kiamat datang, apa
yang sekarang di lakukan oleh
malaikat Israfil?” Mungkin yang
ada di benak kita malaikat Israfil
itu seperti sesosok seniman yang
asyik mengelap terompet
kecilnya sebelum tampil diatas
panggung. Sebenarnya seperti
apa sih terompetnya atau yang
biasa juga dikenal dengan
sangkakala malaikat Israfil itu?

Sekitar enam tahun silam
sekelompok ilmuwan yang
dipimpin oleh Prof. Frank Steiner
dari Universitas Ulm, Jerman
melakukan observasi terhadap
alam semesta untuk menemukan
bentuk sebenarnya dari alam
semesta raya ini sebab prediksi
yang umum selama ini
mengatakan bahwa alam
semesta berbentuk bulat bundar
atau prediksi lain menyebutkan
bentuknya datar saja.
Menggunakan sebuah peralatan
canggih milik NASA yang
bernama “Wilkinson Microwave
Anisotropy Prob” (WMAP),
mereka mendapatkan sebuah
kesimpulan yang sangat
mencengangkan karena menurut
hasil penelitian tersebut alam
semesta ini ternyata berbentuk
seperti terompet.
Di mana pada bagian ujung
belakang terompet (baca alam
semesta) merupakan alam
semesta yang tidak bisa diamati
(unobservable), sedang bagian
depan, di mana bumi dan
seluruh sistem tata surya berada
merupakan alam semesta yang
masih mungkin untuk diamati
(observable).

Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin
Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits
panjang yang menceritakan
tentang kejadian kiamat yang
pada bagian awalnya sangat
menarik untuk dicermati.
Abu Hurairah ra berkata :
Rasulullah saw bersabda :“Ketika
Allah telah selesai menjadikan
langit dan bumi, Allah
menjadikan sangkakala
(terompet) dan diserahkan
kepada malaikat Isrofil,
kemudian ia letakkan dimulutnya
sambil melihat ke Arsy
menantikan bilakah ia
diperintah". Saya bertanya : “Ya
Rasulullah apakah sangkakala
itu?” Jawab Rasulullah :
“Bagaikan tanduk dari cahaya.”
Saya tanya : “Bagaimana
besarnya?” Jawab Rasulullah :
“Sangat besar bulatannya, demi
Allah yang mengutusku sebagai
Nabi, besar bulatannya itu seluas
langit dan bumi, dan akan ditiup
hingga tiga kali. Pertama :
Nafkhatul faza’ (untuk
menakutkan). Kedua : Nafkhatus
sa’aq (untuk mematikan). Ketiga:
Nafkhatul ba’ats (untuk
menghidupkan kembali atau
membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan
bahwa sangkakala atau terompet
malaikat Isrofil itu bentuknya
seperti tanduk dan terbuat dari
cahaya. Ukuran bulatannya
seluas langit dan bumi. Bentuk
laksana tanduk mengingatkan
kita pada terompet orang –
orang jaman dahulu yang
terbuat dari tanduk.
Kalimat seluas langit dan bumi
dapat dipahami sebagai ukuran
yang meliputi/mencakup seluruh
wilayah langit (sebagai lambang
alam tak nyata/ghoib) dan bumi
(sebagai lambang alam nyata/
syahadah). Atau dengan kata lain,
bulatan terompet malaikat Isrofil
itu melingkar membentang dari
alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas
bisa dibuktikan dan data yang
diperoleh lewat WMAP akurat
dan bisa
dipertanggungjawabkan maka
bisa dipastikan bahwa kita ini
bak rama – rama yang hidup di
tengah – tengah kaldera gunung
berapi paling aktif yang siap
meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan
kedahsyatan terompet malaikat
Isrofil itu dalam surah An Naml
ayat 87 : “Dan pada hari ketika
terompet di tiup, maka
terkejutlah semua yang di langit
dan semua yang di bumi kecuali
mereka yang di kehendaki Allah.
Dan mereka semua datang
menghadapNya dengan
merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut
apalagi makhluk bumi yang
notabene jauh lebih lemah dan
lebih kecil. Pada sambungan
hadits di atas ada sedikit preview
tentang seperti apa keterkejutan
dan ketakutan makhluk bumi
kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi,
manusia bagaikan orang mabuk
sehingga ibu yang mengandung
gugur kandungannya, yang
menyusui lupa pada bayinya,
anak – anak jadi beruban dan
setan – setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang
menggelitik, jika terompetnya
saja sebesar itu, bagaimana
dengan peniupnya dan
bagaimana pula Sang Pencipta
keduanya? Maha Besar Engkau
Ya Allah, Allahu Akbar!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar